Blogger Widgets

Minggu, 22 Desember 2013

tip tanaman hias
Mengganti pot perlu dilakukan oleh pehobi dan pekebun  anggrek. Rina Indrawati, pehobi di Magelang, Jawa Tengah, mengganti pot setiap 2—3 tahun setelah tanaman berbunga. Rendam anggrek bersama potnya dalam air hingga media tanam lembap. Letakkan pot dalam posisi miring, lalu tarik tanaman secara perlahan. Potong akar berwarna gelap atau busuk. Masukkan media tanam misal potongan kulit kayu cemara berukuran 1,5 cm dan perlite ke dalam pot baru. Tanam anggrek di pot baru dan simpan di bawah naungan selama 6 minggu. Selanjutnya rawat seperti biasa.

Untuk membaca selanjutnya, silakan login disini.

Mawar Bebas Tepung

Keindahan bunga mawar bakal pudar akibat serangan penyakit embun tepung Oidium sp. menyebabkan keindahan mawar pudar. Selain itu akibat serangan cendawan daun tanaman anggota famili Rosaceae  itu penuh bercak hitam. Padahal, untuk mengatasi gangguan itu relatif mudah. Periset di Balai Penelitian Tanaman Hias Cianjur, Jawa Barat, Dr I Djatnika menmanfaatkan ekstrak racis atau tangkai buah pisang ambon putih dengan konsentrasi 10%. Ramuan itu manjur mengendalikan embun tepung. Senyawa asam fulvat dalam racis pisang mendongkrak daya tahan tanaman terhadap serangan penyakit.***

Untuk membaca selanjutnya, silakan login disini.

Mekar Serempak

Kolektor tanaman hias biasanya menanam bunga kertas di kebun karena tingginya mencapai 1 meter. Namun, Venti Winardiantika, Dody Kastono, dan Sri Trisnowati, periset dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, menanam dalam pot. Mereka memangkas pucuk dan menyemprotkan hormon berbahan aktif paklobutrazol berdosis 2 ml per liter pada pekan ke-5—ke-7 pascasemai. Pehobi dengan mudah mendapatkan hormon seharga Rp3.200 per gram. Aplikasi paklobutrazol dan pemangkasan pucuk memperpendek batang hingga 20 cm. Tinggi tanaman kontrol 63 cm.  Jumlah tunas yang muncul setelah perlakuan mencapai 48 tangkai sementara tanaman kontrol hanya 9 tangkai. Hasil perlakuan itu membuat bunga mekar serempak, warna lebih cerah, dan lebih kompak sehingga tampak elok jika hobiis menanam di pot.***

Untuk membaca selanjutnya, silakan login disini.

Belerang untuk Gladiol

Penyakit layu fusarium akibat serangan Fusarium oxysporum pada benih gladiol Gladiolus hybridus  kerap merugikan petani. Bahkan kehilangan hasil akibat serangan patogen itu bisa mencapai 90%. Nuryani dan rekan dari Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi), Cianjur, Jawa Barat, menemukan cara pengendalian penyakit mematikan itu dengan mengasapi dan pemberian belerang. Asapi benih yang terserang penyakit dengan asap tempurung kelapa. Taburkan 2 gram belerang di atas 1 kg tempurung. Pengasapan Selama 7 hari berturut-turut dari pukul 8 hingga bahan bakar habis. Setelah sepekan, biarkan benih di tempat penyimpanan selama 2 bulan hingga siap tanam. Dari perlakuan itu, serangan penyakit layu fusarium bisa ditekan hingga 60%.***

0 komentar:

Posting Komentar